Sadio Mane Muak Kepada Mohamed Salah?

Sadio Mane

Respons jengkel Sadio Mane di kursi cadangan dikala Liverpool menumbangkan Burnley 3-0 minggu lalu telah cukup membeberkan masalahnya dengan Mohamed Salah. Sadio Mane dievaluasi telah lelah menghadapi keegoisan Salah di depan gawang lawan.

Kala itu, pada menit akhir perlombaan, pasukan Jurgen Klopp punya peluang untuk mencetak gol keempat. Sayangnya, Salah melewatkan peluang untuk menyodorkan bola pada Mane yang berdiri di posisi lebih bagus, Salah menembak sendiri dan gagal.

Mane lantas bereaksi atas kegagalan hal yang demikian. Ia kelihatan geram dan jengkel dengan sikap Salah yang terlalu egois. Berakhir perlombaan hal yang demikian, Klopp membeberkan bahwa insiden itu cuma perkara lazim.

Benar-Benar Pitam
Berdasarkan Wright, Mane kelihatan benar-benar naik darah. Pun Mane kelihatan telah muak dengan sikap egois Salah. Memang ia cuma mengevaluasi dari tangkapan kamera, tetapi menurutnya sikap Mane telah kelihatan terang.

“Memperhatikan Mane naik darah cuma sesudah empat perlombaan, itu parah. Ia amat naik darah. Ia geram! Itu merupakan peristiwa \\’aku telah muak’. Itulah yang kita lihat di kursi cadangan pada perlombaan melawan Burnley,” kata Wright terhadap BBC.

“Ia telah muak berada di posisi dapat mencetak gol dengan gampang tapi tak menerima peluang itu. Kita mengamati statistik, Mane menjadikan 43 kesempatan untuk Salah, Salah cuma menjadikan 25.”

“Bagi aku, itu telah cukup membeberkan bahwa Mane merasa Salah tak membalasnya,” sambung Wright.

Assists Salah
Biar demikian itu, terlepas dari insiden hal yang demikian, statistik mencatat bahwa Salah konsisten pemain yang paling banyak menjadikan assists. Di antara trio penyerang Liverpool, justru Salah yang lebih kerap kali meladeni rekan-rekannya, mungkin Salah tidak seegois yang disangka.

“Di antara tiga penyerang, sebetulnya Salah yang menorehkan lebih banyak assists. Lomba ini mencatat keterlibatan Salah dalam 100 gol dan assists semenjak ia tiba di Liverpool, itu cuma dalam 110 perlombaan,” kata Jamie Carragher.

“Ia membayangkan mencetak gol atau menjadikan kesempatan di tiap-tiap perlombaan tapi memang ada masa-masa di mana ia cuma perlu membikin umpan dan menandakan ketenangannya,” tutupnya.